Senin, 21 Januari 2013

Pulung Gantung


PULUNG GANTUNG

Mitos Bunuh Diri Di Gunung Kidul

 

ABSTRAK

Masyarakat di Gunung Kidul Yogyakarta selalu mengkaitkan kejadian bunuh diri dengan hadirnya Pulung Gantung. Pulung gantung digambarkan sebagai bola api dengan ekor panjang yang berkelebat dari langit, terkadang melintas di daerah tertentu, berhenti  di atas rumah atau diatas pohon atau terbang diam dalam waktu relatif lama. Masyarakat Gunung Kidul terutama di desa terpencil percaya bahwa lokasi rumah di sekitas jatuhnya pulung  guntung salah satu anggota keluarganya akan melakukan bunuh diri dengan cara gantung diri atau menceburkan diri ke sumur.

Lokasi Gunung kidul yang terletak dipegunungan kapur dengan tanah yang terjal dan berbatu yang kering dan kesulitan air pada musim kemarau, masyarakat yang miskin dengan modernisasi tertinggal dari daerah lain di sekitar Yogjakarta, tekanan sosial ekonomi diduga menjadi sebab tingginya angka bunuh diri di daerah ini. Bunuh diri merupakan fenomena psikologis, social dan budaya yang oleh masyarakat Gunung Kidul dianngap hal biasa terkait dengan datangnya Pulung Gantung yang tidak bisa dihindari.

 

PULUNG GANTUNG

Pulung gantung menurut beberapa saksi digambarkan Bentuknya seperti lintang tapi besar, bundar tapi bercahaya bisa kuning, hijau, putih, merah, kemerah-merahan ya ini terus belakangnya seperti ular panjang lha ini bisa hinggap di pohon-pohon besar, rumah juga bisa. Hadir berkisar sehabis magrib (18.00 – 20.00) atau menjelang subuh (02.00 – 04.00).

Orang orang di Gunung Kidul percaya pulung gantung  sebagai isyarat kematian yang mendekati kepastian. Pulung dalam bahasa Jawa berarti wahyu atau isyarat atau petunjuk dari Tuhan atau anugrah, kebahagiaan, kita sering mendengar kata “Ketiban Pul;ung” untuk orang orang yang mendapatkan berkah atau anugrah. Tapi kalau Pulung Gantung tidak seorangpun yang bersyukur jika rumahnya didekati.

“Ketiban Pulung Gantung” dianggap sebagai isyarat kematian, beberapa orang percaya bahwa sebelum seseorang melakukan tindakan bunuh diri, dia akan terobsesi melakukan tindakan yang dia sukai kadang terobsesi melakukannya di tempat dimana dia akan bunuh diri, ada yang berhasil selamat dari pulung gantung menceritakan bahwa ada seorang tua yang mengajaknya kesuatu tempat. Arah yang dihadap oleh pelaku gantung diri biasanya adalah tempat pulung gantung selanjutnya, misal jika jika pelaku gantung diri menghadap barat, maka pelaku selanjutnya dari arah barat.

 

MITOS

Mitos  atau dalam bahasa Yunani mythos adalah cerita prosa rakyat yang menceritakan kisah berlatar belakang masa lampau, mengandung penafsiran tentang alam semesta dan keberadaan mahluk yang ada di dalamnya, serta dianggap benar benar terjadi oleh yang empunya cerita atau penganutnya. Umumnya mitos menceritakan terjadinya alam semesta, dunia dan para mahluk penghuninya, mengacu pada cerita tradisional. Mitos dapat timbul sebagai catatan peristiwa yang dilebih lebihkan.

Pengertian mitos menurut para ahli :

E.B.Tylor          :Penafsiran ritual yang keliru

Max Muller     :Penyakit bahasa

Joseph Campbell :

Mitos memiliki 4 fungsi utama sbb :

1.      Fungsi Mistis – Menafsirkan kekaguman atas alam semesta

2.      Fungsi Sosiologis – Mendukung dan mengesahkan tata tertib sosial tertentu

3.      Fungsi Kosmologis – Menjelaskan bentuk alam semesta

4.      Fungsi Pendagogis – Bagaimana menjalani hidup sebagai manusia dalam keadaan  apapun.

Perbedaan mitos dengan legenda dan cerita rakyat adalah cerita rakyat dapat berlatar belakang kapanpun dan dimanapun  dan tidak harus dianggap suci oleh masyarakat yang melestarikannya. Legenda seperti mitos, dianggap benar benar terjadi  namun dilatar belakangi masa yang lebih terkini, saat dunia sudah terbentuk.

 

 

 

 

BUNUH DIRI

Clinton dalam Mental Heath Nursing Parctice (1995:262) :

Upaya yang disadari dan bertujuan untuk mengakhiri kehidupan , individu secara sadar dan berhasrat dan berupaya melaksanakan hasratnya untuk mati, Perilaku bunuh diri meliputi isyarat isyarat percobaan atau ancaman verbal yang mengakibatkan kematian, luka atau menyakiti diri sendiri.


Bunuh diri  adalah perbuatan menghentikan hidup sendiri yang dilakukan oleh individu itu sendiri atau atas kemauannya.

Euthanasia : Seseorang yang meminta untuk dirinya dibunuh karena pasrah akan kondisinya.

Pencetus bunuh diri sebagian besar karena kejadian memalukan, interpersonal, dipermalukan di depan umum, kehilangan pekerjaan, ancaman penjara, putus asa, lansia, penyakit kronis dan narkoba.

Motif bunuh diri :

1.      Putus asa dan depresi

2.      Cobaan hidup dan tekanan lingkungan

3.      Gangguan kejiwaan

4.      Himpitan ekonomi

5.      Penyakit yang tidak kunjung sembuh

Faktor  yang mempengaruhi bunuh diri :

1.      Mood dan biokimiawi otak

2.      Riwayat gangguan mental

3.      Meniru, Imitasi dan Pembelajaran

4.      Isolasi social dan hubungan manusia

5.      Hilangnya perasaan aman dan ancaman kebutuhan dasar

6.      Religuitas

Dalam ilmu sosiologi 3 penyebab bunuh diri :

1.      Egoistic suicide ( bunuh diri karena urusan pribadi)

2.      Altruistic suicide ( bunuh diri untuk memperjuangkan orang lain)

3.      Anomic suicide ( bunuh diri karena masyarakat dalam kondisi kebingungan)

 

PULUNG GANTUNG DARI SEGI ANTROPOLOGI DAN PSIKOLOGI

Demografi dan Sejarah Gunung Kidul

Kabupaten Gunung Kidul berada diprovinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, ibukotanya Wonosari Perbatasan : Utara dan Timur berbatasan dengan Jawa Tengah, Selatan berbatasan dengan Samudra Hindia, Barat berbatasan dengan Kabupaten Bantul dan Kabupaten Sleman.

Sebagian besar wilayahnya adalah perbukitan dan pegunungan kapur bagian dari pegunungan Sewu, sebagian besar merupakan wilayah tandus yang pada musim kemarau sering terjadi bencana kekeringan.

Gunung Kidul telah dihuni oleh spesies manusia sejak 700 tahun lalu. Banyak ditemukan bukti bukti arkeologis keberadaan manusia ditemukan di gua gua dan diperbukitan kapur Gunung Kidul terutama dikecamatan Ponjong. Kecenderungan manusia menempati Gunung Kidul saat itu disebabkan sebgian besar dataran rendah di Yogjakarta masih digenangi air.

Kedatangan manusia pertama di Gunung Kidul terjadi pada akhir periode Pleistosen, saat itu Ras Australoid bermigrasi dari pegunungan Sewu di Pacitan Jawa Timur melewati lembah lembah kapur Wonogiri Jawa Tengah hingga akhirnya mencapai pesisir pantai selatan Gunung Kidul melalui jalur Bengawan Solo Purba. Dari sekitar 460 gua kapur di Gunung Kidul hamper setengahnya menjadi hunian manusia Purba. Dari 72 gua horizontal di ujung utara Gunung Sewu, kecamatan Ponjong yang terapit Ledok Wonosari di barat dan Ledok Baturetno di Timur, 14 goa diantaranya merupakan bekas hunian manusia purba, ditemukan delapan individu 5 dewasa, 2 anak anak, 1 bayi dan ditemukan alat alat batu seperti batu giling, beliung persegi, mata panah, tulang, peralatan batu, tulang, tanduk dan serut kerang. Selain itu di Goa Seropan di Kecamatan Semanu juga ditemukan bukti keberadaan manusia Purba, tahun 2008 ditemukan potongan tulang kaki, gigi dan rusuk mamalia.

Pulung Buntung Sebagai Delusi

Delusi adalah kesalahpahaman seseorang yang serius tentang apa yang terjadi, dengan kata lain kesalahpahaman tentang apa yang mereka lihat, dengar atau piker. Orang yang delusi sangat memegang keyakinan yang tidak rasional dan tidak realistis yang sangat sulit untuk berubah, bahkan ketika orang itu dihadapkan pada bukti yang bertentangan dengan khayalan. Orang awam biasa mengangap delusi sebagai “paranoid” dimana orang yang delusi merasa curiga berlebihan dan terus menerus terhadap konspirator yang akan mencelakainya.

Mungkin saja secara kebetulan pernah ada yang melihat komet atau meteor yang kemudian bersamaan dengan kejadian bunuh diri di Gunung Kidul.

Mitos Bawah Sadar Kolektif / Arketipe– Carl Gustav Jung

Mitologi merupakan akumulasi gambaran gambaran yang parallel dengan kehidupan manusia, akumulasi yang bertumbuh dalam ketidaksadaran dan didalamnya aspek aspek tertentu dari eksistensi manusia mendapatkan ungkapan secara simbolis (palung gantung). 
Hal ini sejalan dengan suatu pemikiran yang telah dikemukakan oleh Carl Gustav Jung tentang pengembangan dari suatu teori Sigmund freud tentang alam tak sadar kolektif dan isi psikisnya. Mitos “bawah sadar kolektif” tersebut dinamai arketipe, bilamana kita tarik garis lurus dengan mitos pulung gantung di Gunung Kidul maka akan menjadi jelas buat kita bahwa suatu mitologi dapat berpengaruh secara nyata di dalam keseharian masyarakat  setempat.

Pengertian arketipe berasal dari hasil penyelidikan yang berulang-ulang. Misalnya cerita mite dan dongeng-dongeng dari dunia sastra mengandung pola-pola dasar tertentu, yang muncul dimana-mana. Kita menemukan pola-pola dasar yang sana ini dengan fantasi-fantasi, mimpi-mimpi, igauan-igauan, dan khayalan-khayalan dari individu yang hidup hari ini. Bayangan-bayangan dan asosiasi-asosiasi yang khas inilah yang disebut oleh Carl Gustav Jung sebagai gagasan-gagasan arketipis. Semakin hidup gagasan-gagasan arketipis ini, semakin mereka diwarnai khusus oleh nada dasar perasaan yang kuat. Mereka meninggalkan kesan, mempengaruhi dan menarik perhatian kita. Gagasan-gagasan arketipis ini berasal dari arketipe, yang dari dirinya sendiri merupakan suatu bentuk yang tak kelihatan, tak sadar, praeksisten. Bentuk ini merupakan bagian dari struktur warisan milik psike dan ia bisa mengungkapkan diri secara spontan dimana saja dan kapan saja. Karena kodrat nalurinya, arketipe memberi otonomi kepada kompleks itu.

Bunuh diri sebagai imitasi/meniru – Teori Pembelajaran Sosial Albert Bandura

            Karena banyaknya kasus bunuh diri di Daerah Gunung Kidul yang dikaitkan dengan phenomena Pulung Gantung sehingga masyarakat menggangap bunuh diri sebagai hal yang serius dan tidak serius. Masyarakat belajar dari generasi sebelumnya. Hal ini sesuai dengan teori pembelajaran social Albert Bandura .

Determinis Resiprokal (reciprocal determinism): pendekatan yang menjelaskan tingkah laku manusia dalam bentuk interaksi timbal-balik yang terus menerus antara determinan kognitif, behavioral dan lingkungan. Orang menentukan/mempengaruhi tingkahlakunya dengan mengontrl lingkungan, tetapi orang itu juga dikontrol oleh kekuatan lingkungan itu. Determinis resiprokal adalah konsep yang penting dalam teori belajar sosial Bandura, menjadi pijakan Bandura dalam memahami tingkah laku. Teori belajar sosial memakai saling-determinis sebagai prinsip dasar untuk menganalisis fenomena psiko-sosial di berbagai tingkat kompleksitas, dari perkembangan intrapersonal sampai tingkah laku interpersonal serta fungsi interaktif dari organisasi dan sistem social.

Daftar Pustaka

Darmaningtyas, Pulung Gantung, cetakan pertama , Yogjakarta: Salwa Press 2002

Jatmika, Sidik, Urip Mung Mampir Ngguyu, Cetakan ke 1, Yogjakarta: Kanisius 2009

 

Sumber lain :

Kumpulan modul Antropologi, Jakarta: Universitas Mercubuana 2012


1 komentar:

  1. Wynn Hotel and Casino, Las Vegas, NV - MapYRO
    Property Location With a stay at Wynn 안성 출장안마 Hotel 경주 출장마사지 and Casino, you'll be 안산 출장안마 centrally located in Las Vegas, a 5-minute walk from Fashion Show Mall 전주 출장샵 and within a 15-minute drive 서울특별 출장마사지

    BalasHapus